16
Mei

SMP Alam Planet NUFO (Nurul Furqon) for Qur’anic Habit Camp

LATAR BELAKANG

Kata “sekolah” seringkali menimbulkan bayangan yang memberatkan anak-anak. Demikian pula “pesantren” seringkali dipahami sebagai tempat anak-anak nakal yang harus ditangani secara khusus. Bahkan sebagian anak-anak menganggapnya tidak beda dengan penjara. Sebab, di dalam lembaga pendidikan tersebut, mereka seringkali dikekang dalam arti yang sesungguhnya.  Seringkali mereka dibebani dengan berbagai hal yang disebut dengan kewajiban, tanpa mendapatkan penjelasan yang memadai dan semata-mata bernuansa doktrinal. Padahal, lembaga pendidikan seharusnya menjadi tempat yang membuat anak mengalami perkembangan dan tetap merasa senang, sehingga memiliki gairah optimal untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan juga pengalaman. Semangat tinggi, akan membuat peserta didik mendapatkan ilmu pengetahuan dan pengalaman yang signifikan tanpa merasakan kelelahan apalagi kebosanan. Dari ilmu pengatahuan dan pengalaman awal yang menarik inilah diharapkan para peserta didik memiliki rasa penasaran dan kemudian terus membuntutinya, sehingga ilmu pengetahuan, pengalaman, dan juga wawasan mereka terus berkembang secara lebih pesat. Makin berkembang cakrawala mereka, maka mereka akan terkondisikan untuk menjadi manusia yang ingin selalu belajar sepanjang masa kehidupan.

Karena itulah, Planet NUFO dirancang. Sesungguhnya, bahan ajar yang ada di dalamnya adalah juga bahan ajar yang ada di SMP konvensional, sesuai dengan kurikulum nasional yang telah ditetapkan. Namun, dengan desain yang telah dirancang sedemikian rupa, dengan pengajar-pengajar yang berkualitas, bahan ajar dalam kurikulum nasional yang  biasanya dipelajari dalam waktu yang lama dan membosankan, akan bisa dipahami dalam waktu yang singkat dan lebih dari itu sangat menyenangkan. Sekolah ini dirancang oleh praktisi pendidikan yang sesungguhnya merancangnya untuk kebutuhan pendidikan anak-anak mereka sendiri, agar mereka bisa belajar lebih cepat, dengan hasil optimal, dan anak-anak merasakan kebahagiaan. Karena itu, desain yang dibuat adalah desain lembaga pendidikan yang bisa membuat anak-anak terbebas dari tekanan, bahkan merasa tertantang.

Inisiatif untuk membuat Planet NUFO ini berawal dari Program Pesantren Liburan untuk para siswa SD dan SMP di Monash Institute Semarang yang sesungguhnya merupakan rumah perkaderan untuk para mahasiswa. Karena itu, para pesertanya disebut Sancil (Santri Kecil). Waktu program ini juga sangat singkat, hanya sepekan saja, karena menyesuaikan waktu liburan sekolah. Materi utama yang diajarkan adalah tahsrif kosa kata Arab. Walaupun materi ini biasanya baru bisa dikuasai oleh para santri konvensional setelah menempuh masa belajar bertahun-tahun, ternyata dalam program liburan di Monash Institute bisa dikuasai anak-anak belia hanya dalam waktu beberapa hari saja, sehingga dalam sesi penutupan program di hadapan para orang tua, para Sancil sudah bisa menunjukkan kemampuan mereka mentashrif kata-kata dalam bahasa Arab. Dua kata kunci utama yang membuat anak-anak menguasai materi dengan sangat cepat adalah “bermain” dan “intensif”. Metode bermain membuat para Sancil tidak merasa bahwa mereka sesungguhnya sedang belajar. Seolah sekedar menyanyikan lagu-lagu, karena tashrif yang diajarkan telah didesain sedemikian rupa seperti sedang menyanyikan lagu, membuat mereka justru merasa bergembira. Bahkan mereka yang sebelumnya nyaris tidak mengenal kosa kata Arab. Tashrif inilah yang sesungguhnya merupakan modal utama untuk memahami bahasa Arab dan pemahaman itu merupakan modal sangat strategis untuk menghafalkan al-Qur’an. Pembelajaran menjadi sangat intensif, karena masing-masing mentor bertanggung jawab hanya atas tidak lebih dari 4 Sancil saja. Dengan demikian, ketika ada Sancil yang mengalami kesulitan, bisa langsung dibantu sampai menemukan kemudahan yang membuat mereka tidak bosan dan putus asa. Mereka akan kembali belajar bersama yang lain dengan riang gembira.

Salah satu Sancil adalah puteri Bapak Arief Budiman, Ketua Yayasan al-Furqon, Rembang, bernama Aisya Sasmaya. Berawal dari kesuksesan ini, ia berinisiatif untuk berkolaborasi dengan Monash Institute untuk mendirikan sekolah menengah, agar puterinya sendiri, dan juga murid-murid SD Islam al-Furqon bisa langsung melanjutkan pendidikan dengan program yang lebih berkualitas, termasuk di dalamnya program menghafalkan al-Qur’an. Keinginan tersebut disambut dengan sangat antusias oleh Pengasuh Pesantren Darun Nashihah Monash Institute Semarang, Dr. Mohammad Nasih yang juga pengajar di Program Pascasarjana Ilmu Politik UI dan FISIP UMJ, Jakarta, karena ia juga memiliki anak usia SD yang tak lama lagi memerlukan lembaga pendidikan yang diharapkan bisa melejitkan kemampuan anak-anak. Karena itu, didesainlah secara bersama-sama sebuah lembaga Pendidikan menengah dengan nama “Planet NUFO” agar para peserta didik yang ada di dalamnya tidak merasa sedang belajar, melainkan sedang melakukan permainan dan petualangan yang menantang.

LOKASI

Planet NUFO berlokasi di sebelah timur Desa Mlagen, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang. Lokasi di luar desa ini sengaja dipilih, agar para peserta didik bisa dikondisikan dengan miliu yang diinginkan. Alam sekitar Planet NUFO adalam perkebunan dan persawahan, sehingga memungkin para peserta didik untuk mengeksplorasi alam yang masih asli.

KURIKULUM

Kurikulum Planet NUFO adalah Kurikulum Nasional plus program unggulan menghafalkan al-Qur’an dan keterampilan hidup (entrepreneurship dan IT).

METODE PENDIDIKAN

Agar proses Pendidikan bisa berjalan secara intensif, maka rasio antara guru dan murid dipastikan tidak besar, maksimal 1:4. Dengan setiap guru menangani hanya empat orang, maka murid akan bisa menguasai materi dengan cepat, karena setiap murid yang mengalami kesulitan akan segera mendapatkan bantuan. Selain itu, proses pendidikan diselenggarakan langsung di alam semesta, sehingga para murid tidak hanya bisa berimajinasi, tetapi juga melakukan praktik di lapangan. Praktek inilah yang diharapkan akan bisa mengembangkan imajinasi para murid, sehingga mereka akan menjadi pribadi-pribadi yang terus terpacu untuk membuntuti rasa penasaran dan terbiasa dengan eksperimentasi-eksperimentasi untuk menjadi ilmuan-ilmuan penemu.

Dalam belajar bahasa, baik bahasa Indonesia, dan terutama Arab dan Inggris, para murid akan dipacu dan dipicu dengan menonton film-film berbahasa Arab dan Inggris yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Film-film yang dipilih adalah film-film yang memiliki nilai sejarah, sehingga dengan menontonnya anak-anak telah belajar tiga hal sekaligus: belajar bahasa Indonesia, belajar bahasa asing (Arab/Inggris), juga belajar sejarah, dan bahkan sesungguhnya juga motivasi untuk menjadi pejuang tangguh. Di antara film yang menjadi pilihan adalah film kartun Shalahuddin al-Ayyubi. Dengan cara ini, beban guru akan menjadi lebih ringan sehingga tinggal mengarahkan, para murid akan merasa bebas, dan mereka bisa mendapatkan pembelajaran bahasa dari native speaker dengan tata bahasa dan ungkapan yang “pasti benar”.

Selain itu, para murid juga akan dibiasakan dengan keterampilan-keterampilan hidup yang akan membuat mereka menjadi pribadi mandiri dengan bertani dan beternak. Hasil dari usaha-usaha tersebut akan secara langsung menjadi sumber penghidupan mereka sehari-hari, lengkap dengan cara memanfaatkannya secara syar’i, misalnya: cara menyembelih binatang yang akan dikonsumsi, juga melakukan pengolahan dengan benar yang dengannya para murid juga sekaligus bisa mengenal organ-organ tubuh makhluk hidup.

QUR’ANIC HABIT CAMP

Planet NUFO bukan hanya sekedar tempat untuk melakukan transfer dan penggalian ilmu pengetahuan, tetapi sekaligus juga tempat untuk menjalankan segala ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga menjadi kebiasaan, dan pada ujungnya menjadi karakter (akhlak). Sumber ilmu pengetahuan yang dimaksud adalah al-Qur’an dan sunnah Nabi Muhammad saw.. Gabungan antara kurikulum nasional dengan program pendidikan tambahan di dalam asrama/pondok pesantren, dijadikan sebagai sebuah sistem yang terintegrasi untuk membangun satu lingkungan yang utuh.

Agar segala ilmu pengetahuan yang didapatkan benar-benar menjadi karakter, maka dibangun sebuah lingkungan yang di dalamnya seluruh peserta didik benar-benar menjalankannya dengan sepenuh kesadaran. Kesadaran ini sangat diperlukan agar semua melaksanakannya bukan sebagai beban, melainkan justru sebagai panggilan. Shalat misalnya. Para peserta didik akan diberi wawasan bahwa sesungguhnya ia adalah kebutuhan, sehingga pada saat adzan berkumandang, semuanya akan menghentikan apa pun aktivitas untuk bersegera menuju ke tempat shalat dengan ekspresi sikap setengah berlari.

Jika kesadaran tentang urusan yang dalam pandangan fikih disebut wajib telah dapat dibiasakan, maka akan ditambah lagi dengan yang sunnah. Internalisasi pandangan dilakukan dengan memberikan kisah-kisah tentang tokoh-tokoh yang berpengaruh di dunia Islam, seperti Raja Harun al-Rasyid yang gemar menghidupkan malam dengan 100 rakaat shalat malam, al-Fatih yang tidak pernah meninggalkan shalat rawatib, dan lain-lain. Segala perintah yang ada di dalam al-Qur’an dan sunnah Nabi Muhammad, secara bertahap akan dijadikan sebagai kebiasaan hidup di lingkungan Planet NUFO dengan menggunakan berbagai cara yang dirasa sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.

TENAGA PENDIDIK

Para pendidik di Planet NUFO adalah kaum muda yang berusia 20-an tahun yang baru saja lulus S1 dan sedang menempuh program studi S2 dan S3 di berbagai jurusan. Di antara kompetensi menonjol mereka adalah kemampuan linguistic verbal, alias fasih secara lisan dan juga tulisan. Sebagian mereka adalah lulusan terbaik dan juga penulis kolom opini di berbagai media massa, baik lokal maupun nasional. Kemampuan linguistik verbal inilah yang diharapkan akan ditularkan kepada para murid, sehingga kelak mereka menjadi pribadi yang mampu mengungkapkan gagasan dan visi dengan jelas dan komprehensif dengan berbagai jalan. Sengaja dipilih tenaga fresh graduate, agar para guru memiliki pandangan masa depan tentang pendidikan yang berkualitas, bukan pengalaman mengajar yang telah mengungkung cara berpikir dan aksi mereka dalam mengajar. Namun demikian, juga terlibat para pendidik yang berprofesi dosen di beberapa perguruan tinggi, karena menginginkan sebuah desain Pendidikan yang berbeda dengan hasil terbaik. Selain itu, seluruh tenaga pendidik di Planet NUFO adalah aktivis mahasiswa yang memiliki pengalaman yang cukup dalam melakukan kaderisasi di organisasi mahasiswa.

Berikut ini adalah profil para guru Planet NUFO yang sebagiannya telah hafal al-Qur’an:

  1. Mokhamad Abdul Aziz, M.Sos.
  2. Zahrotur Rohmah, S.Th.I.
  3. Agusti Alfi Nurul Insasi, S.Sos.
  4. Ummi Mukhoyyaroh, S.Pd.
  5. Umi Solichah, S.Ag.
  6. Abdul Rozaq, S.H.
  7. Busyrol Habibi, S.H.
  8. Irfan Jamalullail, S.H.
  9. Luthfi Hakim, S.Pd.
  10. Ida Ariani, S.Sos.
  11. Novi Arizatul Mufidoh, S.H.
  12. Umi Ghozilah, S.Sos.
  13. Evi Rochanatul Maghfiroh, S.Pd.
  14. Farha Biqismah, S.Ag.
  15. Eka Khumaidatul Hasanah, S.E.
  16. Aay Rauhatul Hayat, S.H.
  17. Tri Rahayu, S.Pd.

Selain guru-guru di atas, ditambah lagi dengan guru tamu yang akan terlibat aktif dalam pembelajaran yang menarik, di antaranya:

  1. Mohammad Nasih, M.Si.
  2. Oky Rahma Prihandani, M.Si.Med., Sp.A.
  3. Nining Setyowati, M.Pd.

BIAYA PENDIDIKAN

Untuk menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas, diperlukan pembiayaan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan fasilitas, baik sarana maupun sarana, gizi para murid, dan berbagai keperluan yang harus ditanggung oleh wali murid berupa sumbangan Pendidikan sebesar Rp. 3.000.000 (bisa diangsur tiga kali) biaya bulanan sebagai berikut:

  1. Asrama 300.000
  2. Makan-Minum 450.000
  3. SPP 200.000

Total     Rp. 950.000

 

Hubungi: 081380746417 atau 081326665551

Leave a Reply